Di negara tropis seperti Indonesia, di mana matahari bersinar terik hampir sepanjang tahun, penggunaan sunscreen atau tabir surya bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kewajiban. Paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan dapat menyebabkan penuaan dini, flek hitam, kulit terbakar, hingga risiko kanker kulit. Namun, saat memasuki toko atau melihat etalase online, kita seringkali dihadapkan pada berbagai jenis sunscreen dengan istilah yang membingungkan: Physical, Chemical, dan yang terbaru, Hybrid.
Kebingungan ini wajar. Apa sebenarnya perbedaan physical, chemical, dan hybrid sunscreen? Mana yang lebih baik untuk kulit sensitif? Mana yang tidak meninggalkan white cast?
Artikel ini akan mengupas tuntas segala hal yang perlu Anda ketahui tentang ketiga jenis sunscreen ini. Mulai dari cara kerjanya, kelebihan dan kekurangannya, hingga panduan lengkap untuk memilih produk yang paling sesuai dengan jenis dan kebutuhan kulit Anda.
Memahami Dasar Perlindungan Matahari: UVA, UVB, SPF, dan PA
Sebelum menyelam lebih dalam, mari kita segarkan kembali ingatan tentang dasar-dasar perlindungan matahari. Sinar matahari memancarkan dua jenis sinar UV utama yang berbahaya bagi kulit:
- UVA (Ultraviolet A): Sinar ini memiliki gelombang yang lebih panjang dan dapat menembus hingga ke lapisan dermis kulit. Paparan UVA adalah penyebab utama penuaan dini (photoaging), seperti kerutan, garis halus, dan hilangnya elastisitas kulit. Sinar UVA bisa menembus kaca jendela.
- UVB (Ultraviolet B): Sinar ini memiliki gelombang yang lebih pendek dan hanya mencapai lapisan epidermis (lapisan terluar kulit). UVB adalah penyebab utama kulit terbakar (sunburn) dan berperan besar dalam perkembangan kanker kulit.
Untuk melindungi kulit dari kedua sinar ini, produk sunscreen dilengkapi dengan dua label utama:
- SPF (Sun Protection Factor): Menunjukkan tingkat perlindungan terhadap sinar UVB.
- PA (Protection Grade of UVA): Menunjukkan tingkat perlindungan terhadap sinar UVA, biasanya ditandai dengan simbol plus (+), seperti PA+, PA++, PA+++, hingga PA++++.
Sekarang, mari kita bahas bagaimana ketiga jenis sunscreen memberikan perlindungan ini dengan cara yang sangat berbeda.
Physical Sunscreen: Si Pelindung di Garis Depan
Physical sunscreen, sering juga disebut sebagai mineral sunscreen atau sunblock, adalah jenis tabir surya “tradisional” yang telah ada sejak lama.
Cara Kerja Physical Sunscreen
Cara kerja physical sunscreen sangat mudah dipahami. Bayangkan Anda mengenakan perisai tipis di atas kulit Anda. Physical sunscreen bekerja dengan cara duduk di atas permukaan kulit dan secara fisik memblokir atau memantulkan sinar UV agar tidak menembus kulit. Karena cara kerjanya yang seperti perisai inilah ia sering disebut sunblock.
Kandungan Umum
Filter UV aktif dalam physical sunscreen adalah bahan mineral alami. Hanya ada dua bahan yang diakui oleh lembaga regulasi seperti FDA (BPOM-nya Amerika Serikat):
- Zinc Oxide: Memberikan perlindungan broad-spectrum yang sangat baik, artinya ia mampu memblokir sinar UVA dan UVB secara efektif.
- Titanium Dioxide: Sangat efektif dalam memblokir sinar UVB, namun perlindungannya terhadap UVA tidak seluas Zinc Oxide.
Kelebihan Physical Sunscreen
- Bekerja Seketika: Karena bekerja sebagai perisai fisik, perlindungannya aktif segera setelah diaplikasikan. Anda tidak perlu menunggu.
- Sangat Cocok untuk Kulit Sensitif: Kandungan mineralnya cenderung tidak menyebabkan iritasi, alergi, atau menyumbat pori-pori. Ini menjadikannya pilihan utama untuk kulit sensitif, kulit berjerawat, penderita rosacea, dan bahkan aman untuk anak-anak.
- Perlindungan Broad-Spectrum yang Stabil: Terutama yang mengandung Zinc Oxide, memberikan perlindungan yang stabil dan luas terhadap UVA dan UVB.
Kekurangan Physical Sunscreen
- Meninggalkan White Cast: Ini adalah keluhan paling umum. Partikel mineralnya dapat meninggalkan lapisan putih tipis (dikenal sebagai white cast) di kulit, terutama pada kulit sawo matang atau gelap. Namun, teknologi formulasi modern kini telah menghasilkan micronized atau nano-particle zinc oxide yang dapat mengurangi efek ini.
- Tekstur yang Cenderung Kental dan Berat: Formulanya seringkali lebih kental dan terasa lebih berat di kulit dibandingkan chemical sunscreen.
- Mudah Luntur: Karena hanya berada di permukaan, sunscreen jenis ini lebih mudah luntur karena keringat, air, atau gesekan handuk, sehingga memerlukan pengaplikasian ulang yang lebih sering.
Chemical Sunscreen: Si Penyerap Sinar UV yang Canggih
Chemical sunscreen adalah jenis tabir surya yang paling populer di pasaran karena kenyamanannya.
Cara Kerja Chemical Sunscreen
Berbeda dengan perisai fisik, chemical sunscreen bekerja seperti spons. Ia menyerap ke dalam kulit dan mengubah sinar UV menjadi panas melalui reaksi kimia, yang kemudian dilepaskan dari kulit. Proses ini mencegah sinar UV merusak sel-sel kulit di lapisan yang lebih dalam.
Kandungan Umum
Ada banyak sekali filter UV kimia yang digunakan dalam produk sunscreen. Beberapa yang paling umum antara lain:
- Avobenzone
- Oxybenzone
- Octinoxate
- Octisalate
- Homosalate
- Octocrylene
Biasanya, sebuah produk chemical sunscreen akan mengombinasikan beberapa bahan ini untuk mendapatkan perlindungan broad-spectrum yang stabil.
Kelebihan Chemical Sunscreen
- Tekstur Ringan dan Mudah Meresap: Formulanya cenderung lebih tipis, ringan seperti losion, dan cepat meresap ke dalam kulit tanpa rasa lengket.
- Tidak Meninggalkan White Cast: Karena menyerap ke dalam kulit, jenis ini tidak akan meninggalkan residu putih sehingga sangat ideal untuk semua warna kulit dan nyaman digunakan di bawah riasan.
- Lebih Tahan Air dan Keringat: Cenderung lebih tahan lama saat beraktivitas karena formulanya yang menyatu dengan kulit.
Kekurangan Chemical Sunscreen
- Membutuhkan Waktu untuk Aktif: Karena harus diserap terlebih dahulu, Anda perlu mengaplikasikan chemical sunscreen sekitar 15-20 menit sebelum terpapar sinar matahari.
- Potensi Iritasi dan Alergi: Reaksi kimia yang mengubah UV menjadi panas dapat meningkatkan sensitivitas pada sebagian orang, menyebabkan kemerahan, rasa perih, atau reaksi alergi. Orang dengan kulit sangat sensitif atau kondisi seperti rosacea mungkin tidak cocok.
- Dapat Menyebabkan Rasa Perih di Mata: Jika tidak sengaja masuk ke mata, beberapa bahan kimia di dalamnya dapat menyebabkan sensasi perih yang cukup mengganggu.
- Isu Lingkungan: Beberapa filter kimia seperti Oxybenzone dan Octinoxate telah dilarang di beberapa wilayah (seperti Hawaii dan Palau) karena terbukti berbahaya bagi terumbu karang.
Hybrid Sunscreen: Mengambil yang Terbaik dari Keduanya
Menyadari adanya kelebihan dan kekurangan pada masing-masing jenis, industri kecantikan melahirkan inovasi baru: hybrid sunscreen.
Cara Kerja Hybrid Sunscreen
Sesuai namanya, hybrid sunscreen menggabungkan filter UV fisik (mineral) dan kimia dalam satu produk. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan perlindungan sambil meminimalkan kekurangan dari kedua jenis. Ia bekerja dengan dua cara sekaligus: memantulkan sebagian sinar UV dan menyerap sisanya.
Kelebihan Hybrid Sunscreen
- Perlindungan Ganda yang Kuat: Dengan menggabungkan kedua jenis filter, ia menawarkan perlindungan broad-spectrum yang sangat komprehensif dan kuat.
- Tekstur yang Lebih Nyaman: Formulator dapat menciptakan tekstur yang seimbang—tidak sekental physical sunscreen murni, namun tetap memberikan lapisan pelindung.
- Mengurangi White Cast: Kehadiran filter kimia membantu mengurangi efek white cast yang sering dihasilkan oleh filter mineral, menjadikannya lebih “kosmetik elegan” atau nyaman dipakai.
- Cocok untuk Banyak Jenis Kulit: Menjadi jalan tengah yang seringkali cocok untuk mereka yang merasa physical sunscreen terlalu berat dan chemical sunscreen terlalu berisiko iritasi.
Kekurangan Hybrid Sunscreen
- Masih Berpotensi Menimbulkan Iritasi: Karena masih mengandung filter kimia, ia mungkin tidak cocok untuk orang dengan kulit yang hipersensitif.
- Terkadang Membingungkan: Konsumen harus lebih teliti membaca daftar bahan untuk memahami filter apa saja yang terkandung di dalamnya.
Tabel Perbandingan: Physical vs. Chemical vs. Hybrid Sunscreen
| Fitur | Physical Sunscreen | Chemical Sunscreen | Hybrid Sunscreen |
| Cara Kerja | Duduk di atas kulit, memantulkan sinar UV | Menyerap ke kulit, mengubah UV jadi panas | Kombinasi memantulkan dan menyerap |
| Kandungan Aktif | Zinc Oxide, Titanium Dioxide | Avobenzone, Oxybenzone, Octinoxate, dll. | Campuran filter fisik dan kimia |
| Waktu Aktivasi | Langsung aktif setelah aplikasi | Butuh 15-20 menit untuk meresap | Disarankan menunggu beberapa menit |
| Tekstur | Kental, terkadang terasa berat | Ringan, tipis, mudah meresap | Seimbang, seringkali elegan & nyaman |
| White Cast | Cenderung meninggalkan white cast | Tidak ada white cast | Minimal atau tidak ada white cast |
| Cocok Untuk | Kulit sensitif, berjerawat, anak-anak | Kulit normal, penggunaan sehari-hari, di bawah makeup | Hampir semua jenis kulit, kompromi terbaik |
| Potensi Iritasi | Sangat rendah | Lebih tinggi, bisa memicu alergi/perih | Sedang, tergantung kandungan filternya |
Bagaimana Cara Memilih Sunscreen yang Tepat untuk Anda?
Tidak ada satu jawaban “terbaik” untuk semua orang. Pilihan yang tepat sangat bergantung pada faktor-faktor berikut:
- Berdasarkan Jenis Kulit Anda:
- Kulit Sensitif, Berjerawat, atau Rosacea: Physical sunscreen adalah pilihan teraman. Carilah formula yang ringan dan non-komedogenik.
- Kulit Kering: Chemical atau Hybrid sunscreen seringkali memiliki formula yang lebih melembapkan dan tekstur yang nyaman tanpa membuat kulit terasa tertarik.
- Kulit Berminyak: Chemical sunscreen dengan tekstur gel atau losion ringan adalah pilihan yang bagus. Beberapa physical sunscreen modern juga diformulasikan khusus untuk kulit berminyak dengan hasil akhir matte.
- Kulit Normal atau Kombinasi: Anda memiliki kebebasan memilih. Hybrid sunscreen bisa menjadi titik awal yang sempurna.
- Berdasarkan Aktivitas Anda:
- Olahraga atau Berenang: Pilih sunscreen (jenis apa pun) dengan label “water-resistant” atau “very water-resistant”. Anda mungkin lebih menyukai chemical atau hybrid karena cenderung tidak luntur putih saat berkeringat.
- Penggunaan Sehari-hari di Bawah Makeup: Chemical atau Hybrid sunscreen adalah juaranya. Teksturnya yang ringan dan tanpa white cast menjadikannya dasar riasan yang sempurna.
- Berdasarkan Warna Kulit Anda:
- Kulit Gelap atau Sawo Matang: Untuk menghindari white cast, chemical sunscreen adalah pilihan yang paling mudah. Jika Anda tetap ingin menggunakan physical sunscreen, carilah produk yang menggunakan micronized/nano zinc oxide atau yang memiliki tinted formula (berwarna). Hybrid sunscreen juga merupakan alternatif yang sangat baik.
Kesimpulan
Memahami perbedaan antara physical, chemical, dan hybrid sunscreen adalah kunci untuk menemukan produk pelindung matahari yang akan Anda sukai dan gunakan setiap hari.
- Physical Sunscreen adalah perisai pelindung yang ideal untuk kulit paling sensitif.
- Chemical Sunscreen adalah pilihan nyaman dan elegan untuk penggunaan sehari-hari, terutama bagi mereka yang tidak suka white cast.
- Hybrid Sunscreen adalah inovasi brilian yang menawarkan jalan tengah, menggabungkan perlindungan kuat dengan pengalaman penggunaan yang menyenangkan.
Pada akhirnya, sunscreen terbaik adalah sunscreen yang benar-benar Anda pakai secara rutin. Jangan takut untuk bereksperimen dengan beberapa jenis dan merek hingga Anda menemukan “jodoh” yang sempurna untuk kulit Anda. Jadikan penggunaan sunscreen dengan SPF 30 PA+++ atau lebih tinggi sebagai langkah terakhir dalam rutinitas perawatan kulit pagi Anda, setiap hari, tanpa kecuali—hujan maupun cerah. Kulit Anda di masa depan akan berterima kasih.





