Pernahkah kamu mengalami momen di mana makeup yang kamu aplikasikan di pagi hari terlihat sempurna, namun setelah beberapa jam, wajahmu justru tampak abu-abu atau lebih gelap? Fenomena ini dikenal sebagai oksidasi makeup, khususnya pada foundation. Oksidasi adalah salah satu masalah umum yang sering dialami pengguna makeup, terutama bagi mereka yang tinggal di iklim tropis seperti Indonesia, di mana kelembapan dan produksi minyak kulit cenderung tinggi. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam mengapa foundation bisa berubah warna menjadi abu-abu, faktor-faktor penyebabnya, serta tips praktis untuk mencegahnya agar riasanmu tetap flawless sepanjang hari.
Apa Itu Oksidasi Makeup?
Oksidasi makeup adalah proses kimia yang terjadi ketika pigmen dan kandungan minyak dalam foundation bereaksi dengan oksigen di udara, minyak alami kulit, keringat, atau faktor lingkungan lainnya. Akibatnya, warna foundation berubah menjadi lebih gelap, keabu-abuan, atau bahkan oranye setelah beberapa jam pemakaian. Biasanya, perubahan warna ini terlihat setelah 1-2 jam penggunaan, tergantung pada jenis kulit, produk yang digunakan, dan kondisi lingkungan.Menurut artikel dari Watsons Indonesia (2022), oksidasi terjadi ketika foundation bercampur dengan minyak alami di wajah, menyebabkan perubahan warna yang membuat wajah tampak tidak seragam dengan leher atau area kulit lainnya. Hal ini tentu saja mengganggu penampilan, terutama jika kamu ingin tampilan makeup yang tahan lama dan natural.
Penyebab Foundation Berubah Jadi Abu-abu
Ada beberapa faktor yang menyebabkan foundation mengalami oksidasi. Berikut adalah penyebab utama yang perlu kamu ketahui:
1. Interaksi dengan Minyak Alami KulitKulit manusia secara alami menghasilkan sebum (minyak kulit), terutama pada tipe kulit berminyak. Ketika foundation bercampur dengan minyak ini, reaksi kimia terjadi, yang mengubah pigmen dalam foundation. Menurut Female Daily Editorial (2016), pemilik kulit berminyak lebih rentan mengalami oksidasi karena kandungan minyak dalam foundation juga bereaksi dengan sebum kulit.
2. Paparan Udara dan OksigenOksidasi adalah proses kimia yang dipicu oleh paparan oksigen. Foundation yang terlalu lama terpapar udara selama pengaplikasian atau disimpan dalam kemasan yang tidak kedap udara lebih mudah mengalami oksidasi. IDN Times (2023) menjelaskan bahwa udara yang masuk ke dalam botol foundation dapat memicu reaksi kimia bahkan sebelum produk diaplikasikan.
3. Ketidaksesuaian Undertone dan Warna FoundationMemilih shade foundation yang tidak sesuai dengan undertone kulit (warm, cool, atau neutral) sering kali memperburuk efek oksidasi. Jika undertone foundation tidak cocok, wajah bisa terlihat abu-abu atau kusam. ZALORA Thread (2023) menyarankan untuk menguji foundation di area dagu atau leher untuk memastikan warnanya menyatu dengan kulit.
4. pH Kulit yang Tidak SeimbangpH kulit yang terlalu asam atau basa dapat memengaruhi stabilitas pigmen dalam foundation. Female Daily Editorial (2016) menyebutkan bahwa pH kulit yang tidak seimbang, misalnya akibat kurangnya eksfoliasi, dapat mempercepat proses oksidasi.
5. Kualitas Produk yang Kurang BaikFoundation dengan kualitas rendah atau bahan yang tidak stabil cenderung lebih mudah teroksidasi. Menurut Maybelline Indonesia (2023), produk dengan formulasi murah sering kali tidak memiliki teknologi untuk mencegah reaksi dengan minyak kulit atau udara.
6. Pengaruh LingkunganFaktor eksternal seperti paparan sinar matahari, kelembapan udara, dan polusi juga dapat mempercepat oksidasi. Avoskin Beauty (2024) mencatat bahwa sinar UV dapat memecah pigmen dalam makeup, menyebabkan perubahan warna lebih cepat.
7. Penggunaan Produk Pendukung yang Tidak CocokSunscreen atau primer yang tidak kompatibel dengan foundation juga dapat memicu oksidasi. Vincent Oquendo, seorang penata rias selebriti, dalam wawancara dengan Marie Claire (dikutip oleh IDN Times), menjelaskan bahwa ketidaksesuaian SPF atau primer dengan foundation dapat memperburuk perubahan warna.
Cara Mencegah Oksidasi Foundation
Untungnya, ada banyak cara untuk meminimalkan atau bahkan mencegah oksidasi foundation. Berikut adalah tips praktis yang bisa kamu terapkan, berdasarkan saran dari berbagai sumber terpercaya dan pengalaman beauty enthusiast:
1. Lakukan Skin Preparation dengan BaikSebelum mengaplikasikan foundation, pastikan kulitmu dalam kondisi sehat dan terhidrasi. Gunakan rangkaian skincare seperti:
- Cleanser: Bersihkan wajah untuk menghilangkan minyak dan kotoran.
- Exfoliating Toner: Mengangkat sel kulit mati dan menyeimbangkan pH kulit.
- Moisturizer: Melembapkan kulit agar foundation menempel lebih baik.
- Sunscreen: Lindungi kulit dari sinar UV yang dapat mempercepat oksidasi.
Watsons Indonesia (2022) menekankan bahwa skincare yang tepat membantu mengontrol produksi minyak, sehingga mengurangi risiko oksidasi.
2. Gunakan Primer Berbasis SilikonPrimer berfungsi sebagai penghalang antara kulit dan foundation, mencegah minyak alami kulit bereaksi dengan pigmen makeup. Pilih primer dengan bahan dasar silikon untuk hasil yang lebih tahan lama. Maybelline Indonesia merekomendasikan Fit Me Primer untuk base makeup yang stabil.
3. Pilih Shade Foundation yang TepatPilih foundation dengan warna satu tingkat lebih terang dari warna kulitmu untuk mengantisipasi perubahan warna akibat oksidasi. Pastikan juga undertone-nya sesuai dengan kulitmu. Harian Jogja (2023) menyarankan untuk menguji foundation di area leher atau dagu di bawah cahaya alami.
4. Kocok Foundation Sebelum DigunakanMengocok botol foundation sebelum digunakan membantu mencampur partikel pigmen dan bahan lainnya agar lebih homogen. Watsons Indonesia (2022) menyebutkan bahwa langkah ini dapat meminimalkan oksidasi karena formula yang tidak tercampur rata lebih rentan berubah warna.
5. Gunakan Teknik BlottingSetelah mengaplikasikan foundation, gunakan tisu atau kertas minyak untuk menepuk-nepuk wajah (teknik blotting) guna menyerap kelebihan minyak. Hindari menggosok wajah, karena ini dapat merusak lapisan makeup. Avoskin Beauty (2024) menyarankan teknik ini untuk menjaga foundation tetap stabil.
6. Kunci dengan Setting Powder atau SprayMenggunakan loose powder atau setting spray setelah aplikasi makeup membantu mengunci foundation dan mencegah oksidasi. Pilih bedak tabur yang sesuai dengan warna kulit atau translucent powder untuk hasil natural. Fimela.com (2023) menyarankan penggunaan setting spray untuk perlindungan ekstra terhadap faktor lingkungan.
7. Pilih Produk Berkualitas TinggiInvestasikan pada foundation dengan formula tahan lama dan anti-oksidasi. Beberapa merek yang sering disebut minim oksidasi di platform seperti Quora dan Female Daily adalah Estée Lauder Double Wear, Maybelline Superstay Lumi Matte, dan L’Oréal Paris Infallible Pro-Matte. Produk-produk ini dikenal memiliki teknologi yang menjaga stabilitas pigmen.Review dari Pengguna di Berbagai PlatformBerdasarkan ulasan dari berbagai platform, berikut adalah beberapa insight dari pengguna makeup terkait oksidasi foundation:
- Female Daily: Banyak pengguna merekomendasikan Estée Lauder Double Wear karena minim oksidasi, terutama untuk kulit berminyak. Salah satu pengguna berkomentar, “Foundation ini tahan sampai malam tanpa bikin wajahku abu-abu, padahal aku aktif seharian di luar ruangan.”
- Quora: Seorang pengguna menyarankan untuk mencoba Fenty Beauty Pro Filt’r karena formulanya cocok untuk berbagai undertone dan jarang teroksidasi, bahkan di iklim tropis.
- Lemon8: Komunitas di platform ini sering membagikan tips seperti mencampurkan dua shade foundation (satu terang, satu gelap) untuk menetralkan efek oksidasi. Salah satu postingan menyebutkan, “Campur foundation matte dengan yang dewy untuk hasil lebih natural dan tahan oksidasi.”
- ZALORA Thread: Pengguna menyoroti pentingnya penggunaan primer dan setting spray, dengan rekomendasi produk seperti Maybelline Fit Me Primer dan Urban Decay All Nighter Setting Spray untuk hasil tahan lama.
Tips Tambahan dari Beauty Enthusiast
Selain langkah-langkah di atas, berikut adalah beberapa saran tambahan dari komunitas kecantikan:
- Gunakan Color Corrector: Jika wajah sudah terlanjur terlihat abu-abu, aplikasikan color corrector berwarna oranye atau merah muda tipis-tipis untuk menetralkan warna. Declip (2023) merekomendasikan teknik ini untuk hasil cepat.
- Hindari Produk Kedaluwarsa: Foundation yang sudah lama disimpan (lebih dari 6-12 bulan setelah dibuka) lebih rentan teroksidasi. Perhatikan Period After Opening (PAO) pada kemasan.
- Aplikasikan Foundation Tipis: Lapisan foundation yang terlalu tebal lebih mudah bereaksi dengan minyak dan udara. Gunakan spons atau kuas untuk aplikasi merata dan tipis.
Kesimpulan
Oksidasi foundation yang membuat wajah tampak abu-abu adalah masalah umum, tetapi bisa diatasi dengan langkah-langkah yang tepat. Mulai dari persiapan kulit yang baik, pemilihan produk berkualitas, hingga teknik aplikasi yang benar, semua dapat membantu menjaga riasanmu tetap flawless. Ingatlah untuk selalu memilih foundation dengan shade dan undertone yang sesuai, menggunakan primer, dan mengunci makeup dengan setting powder atau spray. Dengan memahami penyebab oksidasi dan menerapkan tips di atas, kamu bisa tampil percaya diri dengan makeup yang tahan lama sepanjang hari.





