Apa Itu MPASI dan Harus Terdiri dari Apa Saja?

Makanan Pendamping ASI (MPASI) adalah makanan atau minuman yang diberikan kepada bayi berusia 6 bulan ke atas untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, selain ASI. MPASI menjadi langkah penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi, karena pada usia ini ASI saja tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi anak. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang apa itu MPASI, manfaatnya, kapan harus memulai, serta komposisi gizi yang ideal untuk MPASI agar mendukung kesehatan bayi secara optimal.

Apa Itu MPASI?

MPASI adalah makanan yang diberikan kepada bayi sebagai pendamping ASI setelah usia 6 bulan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pemberian MPASI dimulai saat bayi berusia 6 bulan karena pada usia ini sistem pencernaan bayi sudah lebih matang dan mampu mencerna makanan selain ASI. MPASI bertujuan untuk:

  1. Memenuhi Kebutuhan Nutrisi: ASI tetap menjadi sumber nutrisi utama, tetapi MPASI membantu memenuhi kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineral yang meningkat seiring pertumbuhan bayi.
  2. Mendukung Perkembangan: MPASI membantu perkembangan motorik mulut, seperti kemampuan mengunyah dan menelan, serta memperkenalkan bayi pada berbagai tekstur dan rasa.
  3. Mencegah Kekurangan Gizi: Pemberian MPASI yang tepat dapat mencegah risiko kekurangan zat besi, seng, dan nutrisi penting lainnya.

MPASI harus diberikan secara bertahap, mulai dari tekstur yang lembut (puree) hingga makanan yang lebih padat seiring bertambahnya usia bayi. Pemberian MPASI juga harus memperhatikan prinsip gizi seimbang, keamanan pangan, dan respons bayi terhadap makanan.

Kapan MPASI Harus Dimulai?

Menurut WHO dan IDAI, MPASI idealnya dimulai pada usia 6 bulan. Tanda-tanda bayi siap menerima MPASI meliputi:

  • Bayi dapat duduk dengan bantuan atau tanpa bantuan.
  • Bayi menunjukkan minat terhadap makanan, seperti mencoba meraih makanan atau membuka mulut saat diberi sendok.
  • Bayi mampu mengendalikan kepala dan leher dengan baik.
  • Refleks menjulurkan lidah (tongue-thrust reflex) mulai berkurang, sehingga bayi bisa menelan makanan dengan lebih baik.

Pemberian MPASI sebelum usia 6 bulan tidak dianjurkan karena sistem pencernaan bayi belum matang dan dapat meningkatkan risiko alergi atau gangguan pencernaan. Sebaliknya, menunda MPASI terlalu lama juga dapat menyebabkan kekurangan gizi dan menghambat perkembangan motorik mulut.

Komposisi Gizi MPASI yang Ideal

MPASI harus mengandung gizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Berikut adalah komponen utama yang harus ada dalam MPASI:

1. Karbohidrat

Karbohidrat adalah sumber energi utama untuk bayi. Pilihan sumber karbohidrat yang baik untuk MPASI meliputi:

  • Beras: Beras merah atau beras putih yang diolah menjadi bubur adalah pilihan umum karena mudah dicerna.
  • Kentang: Kaya akan karbohidrat dan serat, kentang juga memberikan rasa kenyang lebih lama.
  • Ubi jalar: Mengandung karbohidrat kompleks, serat, dan vitamin A yang baik untuk penglihatan dan kekebalan tubuh.
  • Sereal bayi: Sereal yang diperkaya zat besi bisa menjadi pilihan praktis untuk MPASI awal.

2. Protein

Protein penting untuk pertumbuhan jaringan tubuh, otot, dan organ bayi. Sumber protein dapat berasal dari:

  • Protein Hewani: Daging ayam, ikan (seperti salmon atau tuna yang rendah merkuri), hati ayam, dan telur (khususnya kuning telur untuk bayi di bawah 1 tahun).
  • Protein Nabati: Tahu, tempe, dan kacang-kacangan (seperti kacang merah atau kacang hijau) yang dihaluskan.
  • Susu dan Produk Olahannya: Keju atau yogurt tanpa gula dapat diperkenalkan setelah usia 8-9 bulan, asalkan bayi tidak memiliki alergi susu.

3. Lemak

Lemak merupakan sumber energi yang padat dan penting untuk perkembangan otak serta sistem saraf bayi. Sumber lemak sehat meliputi:

  • Minyak sehat: Minyak zaitun, minyak kelapa, atau minyak kanola dapat ditambahkan dalam porsi kecil ke dalam MPASI.
  • Alpukat: Kaya akan lemak tak jenuh yang baik untuk perkembangan otak.
  • Ikan berlemak: Ikan seperti salmon atau makarel mengandung asam lemak omega-3 yang mendukung perkembangan kognitif.

4. Vitamin dan Mineral

Vitamin dan mineral mendukung sistem kekebalan tubuh, pertumbuhan tulang, dan fungsi organ. Beberapa yang penting adalah:

  • Zat Besi: Ditemukan pada daging merah, hati, bayam, dan sereal yang diperkaya zat besi. Zat besi penting untuk mencegah anemia.
  • Kalsium: Ditemukan pada produk susu, tahu, dan sayuran hijau. Kalsium mendukung pertumbuhan tulang dan gigi.
  • Vitamin A: Ditemukan pada wortel, labu, dan ubi jalar, penting untuk kesehatan mata dan kulit.
  • Vitamin C: Ditemukan pada buah-buahan seperti jeruk, stroberi, dan tomat, membantu penyerapan zat besi.
  • Seng: Ditemukan pada daging, kacang-kacangan, dan biji-bijian, penting untuk pertumbuhan dan sistem imun.

5. Serat

Serat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah sembelit. Sumber serat yang baik untuk bayi meliputi:

  • Sayuran seperti brokoli, bayam, dan wortel yang dihaluskan.
  • Buah-buahan seperti apel, pir, dan pisang yang diolah menjadi puree.
  • Biji-bijian utuh seperti oatmeal atau beras merah.

6. Air

Setelah usia 6 bulan, bayi mulai membutuhkan air untuk mencegah dehidrasi, terutama saat mengonsumsi makanan padat. Berikan air putih dalam jumlah kecil (sekitar 50-100 ml per hari) dan hindari minuman manis atau jus kemasan.

Prinsip Pemberian MPASI

Untuk memastikan MPASI aman dan bermanfaat, ikuti prinsip berikut:

  1. Tekstur Sesuai Usia:
    • Usia 6-8 bulan: Mulailah dengan makanan bertekstur halus (puree) atau saring.
    • Usia 9-11 bulan: Lanjutkan dengan makanan lumat atau cincang halus.
    • Usia 12 bulan ke atas: Berikan makanan keluarga dengan tekstur lebih kasar, seperti nasi tim atau potongan kecil.
  2. Frekuensi dan Porsi:
    • Usia 6-8 bulan: 2-3 kali makan per hari dengan porsi kecil (2-3 sendok makan per kali makan).
    • Usia 9-11 bulan: 3-4 kali makan per hari dengan porsi sekitar ½ mangkuk kecil.
    • Usia 12-24 bulan: 3 kali makan utama dan 1-2 kali camilan sehat.
  3. Kebersihan dan Keamanan:
    • Gunakan bahan makanan segar dan bersih.
    • Cuci tangan, peralatan, dan bahan makanan sebelum mengolah MPASI.
    • Hindari penggunaan garam, gula, atau penyedap rasa untuk bayi di bawah 1 tahun.
  4. Perkenalkan Makanan Secara Bertahap:
    • Mulai dengan satu jenis makanan (misalnya, bubur beras) selama 3-5 hari untuk memantau reaksi alergi.
    • Setelah bayi terbiasa, kombinasikan berbagai bahan untuk variasi rasa dan nutrisi.
  5. Responsif terhadap Bayi:
    • Amati tanda-tanda kenyang (menutup mulut, memalingkan wajah) atau lapar (membuka mulut, menunjukkan minat).
    • Jangan memaksa bayi makan jika menolak, tetapi coba lagi di lain waktu.

Contoh Menu MPASI

Berikut adalah contoh menu MPASI untuk bayi usia 6-12 bulan:

  • Usia 6-8 bulan: Bubur beras merah dengan puree wortel dan sedikit minyak zaitun.
  • Usia 9-11 bulan: Nasi tim dengan ayam cincang, bayam, dan labu kuning.
  • Usia 12 bulan: Nasi lunak dengan telur orak-arik, brokoli rebus, dan potongan alpukat.

Makanan yang Harus Dihindari

Beberapa makanan sebaiknya dihindari saat memberikan MPASI, terutama untuk bayi di bawah 1 tahun, seperti:

  • Madu: Berisiko menyebabkan botulisme.
  • Susu sapi murni: Sulit dicerna dan dapat membebani ginjal bayi.
  • Makanan tinggi garam atau gula: Dapat merusak ginjal dan kebiasaan makan bayi.
  • Makanan keras atau lengket: Seperti kacang utuh atau permen, karena berisiko tersedak.

Kesimpulan

MPASI adalah langkah penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi setelah usia 6 bulan. Dengan memastikan MPASI mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat dalam komposisi yang seimbang, orang tua dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak secara optimal. Pemberian MPASI juga harus dilakukan dengan memperhatikan tekstur, frekuensi, dan kebersihan agar aman dan bermanfaat. Dengan pendekatan yang tepat, MPASI tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi tetapi juga membantu bayi mengembangkan kebiasaan makan sehat sejak dini.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang MPASI atau ingin rekomendasi menu spesifik, konsultasikan dengan dokter anak atau ahli gizi untuk panduan yang sesuai dengan kebutuhan bayi Anda.

Fadhila Humaira

Konten ini telah direview oleh tim Kami "Fadhila Humair" yang sudah menjadi Beauty Content Spesialist dan menjadi Freelancer Makeup Artist sejak 2019 (6 years++ experience).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shopping Cart